beberapa alasan untuk pindah kerja

23 12 2011

Banyak orang yang bekerja lebih keras namun menerima bayaran/gaji yang lebih kecil. Banyak pula yang tidak menerima promosi jabatan atau penghargaan atas jerih payahnya terhadap perusahaan. Menghadapi kenyataan ini, tidak sedikit orang yang hanya menerima keadaan dan bertahan.

1.Tidak Percaya Diri

merasa tidak dihargai, mungkin bukan kesalahan perusahaan sepenuhnya. Hal ini bisa jadi A yang tidak terlihat percaya diri dalam bekerja sehingga perusahaan merasa pantas membayar murah. Anda pun menyadari jika mulai mengeluh, akan banyak pekerja baru yang akan siap menggantikan posisi Anda dengan bayaran yang lebih murah. Yang perlu Anda lakukan adalah mulai menilai sendiri kemampuan dan melihat peluang kerja lain.

Rasa tidak percaya diri yang Anda pancarkan seringkali membuat perusahaan Anda ragu apakah Anda memang siap untuk naik ke jenjang posisi yang lebih tinggi. Anda kurang pede karena tingkat pendidikan kurang tinggi? Ambillah sekolah lanjutan dengan menyisihkan waktu dan biaya dari pekerjaan yang sekarang.

2. Takut Akan Perubahan

Manusia adalah makhluk yang hidup dengan kebiasaan. Semakin bertambahnya usia, maka semakin pula orang takut akan perubahan dalam hidupnya, terlebih jika hal tersebut terasa asing baginya. Kebiasaan yang telah dialami dengan pekerjaan sebelumnya juga membuat orang berpikir dua kali untuk pindah kerja, meskipun ia banyak mengeluh. Jadi, lawan rasa takut Anda, dan pikirkan masa depan Anda di hari tua maupun anak-anak Anda. Saat Anda menjalani pekerjaan baru, otomatis akan belajar hal baru dan beradaptasi kembali.

3. Takut Akan Manajemen Kantor

Tidak ada orang yang menghargai orang yang merasa ‘kecil’ yang ingin tetap menjadi kecil. Dalam hal ini, siapa yang ingin melarang seseorang yang tidak ingin maju dan jalan di tempat sepanjang hidupnya. Selain membawa pengaruh yang kurang baik, pastinya akan merepotkan bagi orang lain. Manajemen kantor tidak akan melarang pegawainya yang ingin maju. Malah dalam kebanyakan kasus, justru pegawai yang merasa takut meninggalkan manajemen kantor yang telah membuat dirinya nyaman.

4. Terperangkap ‘Kewajiban’

Anda tidak bisa mengundurkan diri meski gaji kecil karena tuntutan rumah tangga. Istilahnya keluarga mau dikasih makan apa? Jika Anda sudah menikah, bicarakan dengan pasangan apakah ada peluang kerja/bisnis yang belum dieksplorasi. Dan apakah Anda juga bisa menyesuaikan gaya hidup dengan gaji yang diterima selama ini? Banyak hal yang tidak bisa dibeli dengan uang, dan salah satunya adalah waktu kebersamaan. Memiliki pekerjaan baru dengan gaji yang lebih besar tentunya dibarengi dengan tuntutan kerja yang lebih besar pula. Anda mungkin tidak akan memiliki banyak waktu untuk keluarga nantinya karena terlalu sibuk mencari uang.

5. Tidak Punya Waktu Networking

Jika saat ini pekerjaan Anda menyita banyak waktu sampai tidak bisa berkumpul bersama teman-teman, hal ini bisa jadi kesalahan terbesar. Teman, selain menjadi tempat bercerita, ia juga bisa menjadi penghubung kepada relasi kerja yang baru. Jadi mulai dari sekarang, luangkanlah waktu lebih untuk networking dan perbanyak kenalan. Anda tidak akan pernah tahu dari mana saja kesempatan kerja yang baru atau sekedar freelance menggapai Anda.

6. Sindrom Robot

Apakah Anda pernah melihat orang-orang dengan wajah muram, pergi ke kantor setiap hari, bekerja dan pulang dengan wajah yang lebih lelah. Bagaikan robot yang terprogram untuk melakukan sebuah tugas, mereka seperti tidak memiliki jiwa dan hanya menjalankan rutinitas hidup yang monoton. Jangan hal ini sampai terjadi pada Anda. Seimbangkanlah pekerjaan dengan liburan, kesenangan, keluarga bahkan hobi untuk menghindari kebuntuan ide dan kebencian terhadap rutinitas. Jika aura Anda buruk akibat hal ini, pasti langsung terdeteksi oleh klien maupun rekan kerja, dan hal ini tentunya buruk untuk promosi jabatan Anda.

7. Malas Menghadapi Hal Baru (Sudah Merasa Nyaman)

Anda merasa nyaman dengan pekerjaan saat ini berkat rekan kerja dan atasan yang baik, fasilitas kantor yang menunjang, namun gaji kecil dan pas-pasan untuk hidup sehari-hari. Namun karena rasa nyaman itu, Anda sebisa mungkin menyesuaikannya dan melupakan niat mencari pekerjaan baru. Biasanya hal ini terjadi pada orang yang telah mencapai umur tertentu, dimana ia juga mengurungkan niat karena malas bersaing dengan talenta yang lebih muda.

Nasib memang ditentukan oleh yang maha kuasa, namun sebagai manusia yang produktif, Anda harus memikirkan tabungan untuk masa depan. Dengan penghasilan lebih, Anda bisa saja berinvestasi dan memulai usaha sendiri. Pertimbangkan





catatan akhir tahun : 23 desember 2011

23 12 2011

hmmmm …, tidak terasa penghujung tahun 2011 tinggal 7 hari lagi . banyak hal yang sudah dilalui di tahun 2011 ini , banyak hal hal penting dan kejadian kejadian yang sungguh sangat luar biasa dalam hidupku ini di tahun 2011 , sungguh merupakan tahun yang begitu mengesankan.

Banyak hal – hal menarik yang terjadi menjelang akhir tahun 2011 ini , kemaren aja di tempat kerjaku suasanya sungguh meriah .para wanita dan terutama ibu ibu menggunakan pakaian nasional daerah sepanjang 1 hari full . Dan diam diam aku berandai andai…., andai tiap hari pemadandangan nya seperti ini …., hadewwwwwww …… alamat akan betah aku untuk untuk terus tetap tinggal di kantor .

begitu jam 9 malem…., teng ….., cihuy…..akhir nya pulang …., mantap …., dan begitu turun gedung dan akakn keluar …. oh no…., hujan….., yah untunglah hujan yang tidak terlalu deras .
Akhirnya aku pulang dan naik bis , kuihat ke jam tangan tampak waktu sedang menunjukkan jam 9:30 malam . Ketika akan memejamkan mata untuk akan tidur .., tiba tiba datanglah 2 orang pengamen …, aku kira kedua orang tersebut akan langsung bernyanyi sambil memainkan alat musik …, eh ternyara tidak mereka malah langsung mengeluarkan pengumuman : “bapak bapak dan ibu ibu , saya adalah mantan pecandu narkoba , dan saya ODA / orang dengan penderita aids , tolonglah saya untuk menebus obat arv , tolonglah saya …bla…bla…bla ” …
itulah hiruk pikuk ketiak sedang dalam bis kota .
kemudian waktu menunjukkan jam 10 malam , dan kulihat suasana lalu lintas di sekitar semanggi dan….OMG ….jam 10 malam….tol dalam kota dan jalan gatot subroto masih macet ….ckckckckc…ckckckckckc….ckckckckc ….., jakarta …jakarta …, kapan kapan aku bisa berlalu lintas dengan lancar di sini ….





catatan akhir tahun : 21 des 2011

21 12 2011

sungguh hari yang melelahkan , pagi ini dimulai dengan suhu badan yang agak panas , dan kepala yang sedikit berat dan pusing …, rrrgghhhhh hari yang berat . Tatkala kurebahkan dan kusenderkan kepalaku sejenak untuk memejamkan mata sekitar 10 menit lamanya . Terdengar dari tetangga di seberang sambil nyeletuk : “jajang , sudah berapa bulan sih kerja di sini , baru beberapa bulan aja kok sudah loyo ” ………, heleh…heleh……, tersengat dengan celetukan itu akhirnya aku ke kamar kecil , kubasuhkan raut wajahku , sehingga tampak segarlah lagi wajah yang sudah lesu ini .

Baru hari pertama untuk lembur dari 7 hari rencana lembur tapi kok rasanya  badan sudah terasa remek remek .., ayo…semangat …semangat……. ,

jam sudah menunjukkan jam 1/2 9 malam , kutengok ke kiri dan bagin belakang mejaku , tampak suara suara ketawa ketiwi pertanda mereka masih semangat untuk berlembur ria , dan kutengok sedikit ke koridor bagian sebrang , terlihat wajah wajah kusut dan suntuk menatap ke monitor masing masing .

malam yang indah , suara suara riuh rendah nya orang orang laksana suasana di siang hari ….

Kusapa teman teman ku melalui gtalk , dan setali tiga uang , nasib mereka pun sama , mereka dikejar setoran agar semuanya selesai sebelum 30 desember , dan dikebut pekerjaanya dengan cara di lembur ….., lumayan ternyata tidak sendirian …, di luar sama msh banyak juga yang masih betah untuk tinggak di kantor masing masing .

Energi masih harus disimpan baik baik , kesehatan juga harus dijaga, hari – hari ke depan masih panjang dan hidup harus berjalan ….

ayo ….semangat….semangat…semangat ….

 





catatan akhir tahun 2011

21 12 2011

sudah lama sekali tidak update blog , banyak hal yang ingin diceritakan melalui tulisan ini , tapi sayang karena kesibukan yang menyebabkan jarang sekali untuk update blog .

Desember 2011 , tidak terasa , waktu berjalan begitu cepat . Tidak seperti akhir tahun yang lalu lalu , dimana akhir tahun selalu dilakukan kegiatan rutin yaitu berlibur di akhir tahun dengan melakukan tour keliling jawa dan madura.

Namun akhir tahun ini ?? :D …… , ngelembur di kantor bersama teman teman yang lainnya , meramaikan suasana kantor menjelang tutup buku akhir tahun ..

yuk marik kita lembur ….., weeeekkkkksssss…., gubrakkkkk :D





Datastage –> Fatal Error: An ORCHESTRATE program must be started on a node

6 10 2011

 

 

 

 

Kemaren kemaren ketikan akan deploy dan run , datastage 8.5 so far so good .

 

Tapi mendadak muncul error seperti ini ketika akan di run :

Error executing View Data command:##F IIS-DSEE-TFSU-00075 18:26:22(006) <main_program> Fatal Error: An ORCHESTRATE program must be started on a node

 

timbul pertanyaan : kenapa bisa begitu ? setelah ditelusuri penyebabnya , gara-gara kemare instal framework 3.0 , ya udah rusak dah datastage nya . lalu akhirnya problem in solved . yaitu unistall framweok 3.0 , kemudian naekin lagi framwork 2.0 , setelah itu re install compiler C++ nya , dan edit untuk file config nya . Dan wes wes ewes ewes bablas angine …., datastage lancar maneh ….. :D

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 





My warm Farewell (Coke and Emerio)

6 10 2011

Hi All …,

Tidak terasa sudah 3 bulan ini sudah mendedikasikan diri untuk  Coke dan juga Emerio . Hari ini  adalah hari terakhir saya di Coke dan juga di Emerio . Dan dengan perasaan yang sedih saya harus mengucapkan kata perpisahan  untuk semuanya , dan tentu saja saya harap ini bukan berarti berpisah untuk selama lamanya , dan saya akan terus menjaga hubungan silaturahmi  dan mungkin nanti di suatu saat nanti akan ada kesempatan lagi untuk kembali bekerja sama lagi .

Untuk itu , sebelum berpisah , saya ucapakan terima kasih yang sebesar besar nya kepada :

1. Teman – teman lantai 15 :
- Pak Edi , yang selalu memberikan motivasi dan arahan .
- Octoni , temen tongkrongan sewaktu dari kantor lama , lalu ketemu lagi di coke :D , thanks untuk semuanya Oct ..

2. Teman – teman lantai 4 :  Ibu Minarni , Pak David , Tyo , Ferdi , Egie ,  Mbak Nita , Arnold , Erwin ,  Inka ,   Katrine .
terima kasih atas semua dukungannya  dan saya pasti akan merindukan kalian semua :)

3. Teman teman Emerio : Anton (ETL) , Hari , Andri , Leni , Krisna , Anton (BASIS) , Bernard , Farid , dan Ipik  .
Terima kasih semuanya untuk semuanya :D

Dan terakhir Saya mohon maaf atas kesalahan yang saya perbuat selama ini,

terima kasih





Ketika di persimpangan jalan ..

6 10 2011

 

Dalam hidup, manusia akan selalu dihadapkan dengan persimpangan jalan.

Selama ini saya selalu beranggapan bahwa ketika tiba di persimpangan jalan tersebut maka kita harus memilih apakah kita akan mengikuti jalur yang sebelah kiri atau jalur sebelah kanan. Terus jalan di tengah mengibaratkan bahwa saya belum mengambil keputusan apa-apa dan akan terus bertemu persimpangan-persimpangan jalan lainnya di depan. Tapi apakah memang dalam hidup manusia itu hanya ada persimpangan tiga?

 

Salah satu teman berkata bahwa akan selalu ada pilihan ketiga dibandingkan kiri atau kanan tadi. Dan itulah yang membuat hadirnya persimpangan empat. Menurutnya, dalam hidup ini selalu ada jalan tengah untuk apapun yang kita hadapi dan rasakan.

 

Semua argumen dari masing-masing pihak di atas dapat dibernakan dan dapat juga tidak. Semua kembali lagi kepada pribadi masing-masing apakah memang ia melihat jalan tengah dari persimpangan itu ataukah jalan buntu yang memaksa orang untuk memilih.

Sampai sekarang saya masih menjadi orang yang selalu bertemu dengan jalan buntu :D xixixixixi, untuk itu saya harus selalu memilih meski itu sulit. Apapun keputusan itu , kiri atau kanan, tidak mungkin 100% akan menerima hal tersebut.

 

 

 





Sejukkan Hati Dengan Cinta

28 09 2011
By: M. Agus Syafii

Cinta dan kasih sayang adalah nilai-nilai yang bersifat universal kita akan sepakat bahwa cinta dan kasih 
sayang merupakan pondasi dalam kehidupan bermasyarakat.  Cinta dan kasih sayang  didalam al-quran 
disebut dengan cinta rahmah (Q/30: 31). Cinta Rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, 
lembut, siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis rahmah ini lebih 
memperhatikan sesamanya dibanding terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan
 orang lain meski untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi kekurangan dan selalu memaafkan 
kesalahan. Cinta dan kasih sayang juga cinta antar orang yang bertalian darah, terutama cinta orang
tua terhadap anaknya, dan cinta anak pada orang tua. Dari itu maka dalam al Qur'an, kerabat disebut
 al arham, dzawi al arham , yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri,
 yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata rahmah). Sejak janin seorang
 anak sudah diliputi oleh suasana psikologis cinta dan kasih sayang dalam satu ruang yang disebut 
rahim. maka dianjurkan untuk selalu silaturrahmi artinya menyambung tali cinta kasih.

Al-Qur'an menawarkan janji kepada mereka yang senantiasa menebarkan cinta dan kasih sayang juga 
yang mengikuti petunjuk Allah Subhanahu Wa ta'ala,  berupa pahala dan kebahagiaan hidup yang 
dalam berbagai surat dalam al-Qur'an disebut dengan berbagai formula yang menarik, seperti
ampunan, pahala yang besar, pahala yang mulia, pahala yang baik, pahala yang tidak ternilai, 
pahala di dunia, pahala akhirat, rizki yang mulia, tempat kesudahan yang baik, kemenangan 
yang dekat, dan pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta'ala serta surga.

'Yuk, sejukkan hati dengan cinta dan kasih sayang agar dunia terlihat semakin indah,
 membuat hidup kita bahagia di dunia dan di akhirat. 'Apabila engkau sayangi sesamamu,
 maka Allah akan menyayangimu' (HR. Bukhari).




Menghitung Mundur …

28 09 2011
ga terasa sudah lama ga update blog.  Trakhir update waktu masih di asaba dulu , di skitar bulan juni 2011 . Sudah hampir 3 bulan lebih .
Padahal kalo mau di critain banyak hal hal yg menarik yg ingin di critakan .  Tapi mulai darimana ya ?

ah ya sudah lah .., mungkin saya akan crita .., knapa resign ..
kayaknya itu seru juga kalo di critain di sini karena akan jadi tulisan yang sangat puannnnjuuuaaaaannnnggggggggggggggg .........
 :D  xixixixiixixi ...

kenapa resign , pasti jawabannya adalah jawaban kuno yang mayoritas rata rata menggunakan alasan ini , yaitu tentu saja
untuk mendapatkan "better offering" , that's it itu aja kok alasannya .
kemudian selama 2 tahun terakhir ini saya memulai perburuan untuk mencari "better offering" tersebut . 

kemudian kesempatan itu datang , yaitu C*****N , peruahaan minyak yg besar sebagai IT specialist  . Test pertama lolos , test kedua lolos , dan sayang sekali untuk maju ke test ketiga
saya gagal . Padahal jika lolos kesemua tahap tesebut , benefit yang didapatkan dari C*****N tersebut ....waw.......muannntttaaaaappppppp .
Tapi ya sudahlah mungkin rejeki saya bukan di situ , mungkin ada di tempat lainnya .

Kemudian datang kesempatan lainnya lagi , yaitu B******A  , yang  merupakan bank central , sebagai sebagai assistant datawarehouse programmmer , test pertama lolos ,
test kedua lolos , test ketiga lolos ..., dan ah ....gagal untuk maju ke test keempat , yaitu gagal untuk maju ke test kesehatan .
ya sudahlah mungkin ini bukan waktunya untuk melanglang buana ke B*******A .

Kemudian datang kesempatan lainnya lagi , yaitu di W*******F perusahaan mnc yg bergerak di manufacturing  sebagai oracle specialist .Hanya satu kali test saja .
tapi ini bukan hanya test , tapi ngobrol ngobrol di P-Vill di J-co sambil di traktir dan ngobrol ngobrol ngalor ngidul .
Dan setelah mendapat telpon kedua dia bilang ..., ya anda di trima , dan yesssssss......akhirnya ....
yyyiiiiiihhhhhaaaaaaaaaaa ......,
tapi ...
tapi....
dia perlu cepat , dan tanya kapan kamu bisa segera gabung , lalu saya bilang 1 bulan, ga bisa lebih cepat ? saya bilang tidak bisa ...,
dan dia bilang , kalo tidak bisa ya sudah tidak jadi aja karena terlalu lama untuk menunggu 1 bulan .....,
gubraaaaakkkkkkk .....
yah nasib ..., ya  sudahlah , sabar...sabar....., mungkin ini bukan rejeki ku di tempat ini  ....,
hiihihihiihihi....

Kemudian datang lagi kesempatan lain , yaitu K****S , perusahaan it consulting juga sebagai oracle consultant . Setelah beberapa kali test
akhirnya aku di trima . Dan kemudian mereka mengirimkan offering letter nya via email . Benefit nya 2 x dari ayng aku dapat dari As****a ,
diantaranya bonus , asuransi , dll nya . Kemudian aku mencari tahu apa itu K*****s , yang  setalah aku dapet informasi dari google bahwa kantornya
ada di shanghai , manila , singapur , kualalumpu, dan brunai . Waw sungguh merupakan perusahaan mnc yang luar biasa .
Tapi dengan berbagai pertimbangan akhirnya aku tolak offering tersebut , sungguh merupakan keuptusan yang sulit aku buat .
tapi keputusan tetaplah keputusan hidup terus berjalan , dan mungkin ini memang masih bukan jalanku .

Kemudian datang lagi kesempatan lainnya lagi yaitu di , K**L**E sebagai BI analist ,
test pertama lolos , test kedua lolos , test ketiga lolos , test keempat lolos , dan test yang kelima yang merupakan test yang terakhir ..,
dan....gagal....., whuaaaalaaaaaaaaaa ........
padahal jika diterima benefit yang didapatkan sungguh luar biasa bagus sekali .tapi saya kesempatan itu terlewatkan di saat saat terakhir .

kemudian , datang lagi kesempatan yg lainnya lagi , yaitu di E***O  sebagai oracle consultan ,
setelah melewati berbagai macam rangkaian test , dan akhir nya ...., eng....ing....eng ......
di trima ....yes....yes.....yes........,
yang benefit nya jaug lebih baik , sehingga kesempatan itu tidak aku sia sia kan , dan kuambil saja kesempatan emas itu .

dan tak lama setelah itu , 3 bulan kemudian , ibarat kata di E***O aku mendapatkan perak , dan di saat sama aku mendapatkan emas
di B****I .., yang merupakan suatu pilihan yang sulit . Sehingga nalar sehat saya mengatakan , jika ada pilihan pilih perak
atau pilih emas , dan tentu saja aku memilih emas , yaitu di B****A .

itulah sepenggal kisah ku dalam beberapa bulan terakhir yang  belum terupdate di blog,
semoga bisa menginspirasi banyak orang lainnya lagi .

 :D 




dimana inspirasiku ?

27 09 2011

hhhmmmm…, sudah lama ga buka blog . apalagi update blog…,

cari inspirasi dulu ah  .. :D





My warm Farewell…..

5 06 2011

Dear All …,

 

Sudah hampir sekitar 6 tahun 10 bulan ini sudah mendedikasikan diri untuk Asaba . 6 tahun 10 bulan merupakan waktu ynag sangat lama sekali , terutama  waktu yang sangat lama sekali untuk saling mengenal satu dengan yang lainnya sebagai bagian dari keluarga besar Asaba Computer Centre. Dan dengan perasaan yang sedih saya harus mengucapkan kata perpisahan untuk semua anggota kelurga Asaba Computer Centre ini , dan tentu saja saya harap ini bukan berarti berpisah untuk selama lamanya , dan saya akan terus menjaga hubungan silaturahmi dan mungkin nanti di suatu saat nanti akan ada kesempatan lagi untuk kembali bekerja sama lagi .

 

Untuk itu , sebelum berpisah , saya ucapakan terima kasih yang sebesar besar nya kepada :

 

1 ………..atas kesempatan yang     diberikan sehingga dapat berkarya dengan optimal di sini .

 

2. Teman – teman lantai 5 :

   – Pak Wiri , yg selalu memberikan motivasi , arahan, dan wawasan

   – Pak Soeli , yang selalu memberikan nasihat yg ampuh dan gurauan nya yg sangat khas :D

   – Pak Alex , terima kasih atas nasehat , saran , dan tentu saja informasi untuk merangkai masa depan :D

   – Pak Jasri , yg selalu memberikan pengalaman-pengalaman yg sangat berharga sekali

   – Srikandi – srikandi project Mandiri ( Ratih , Dian , Imelda , dan …. ehmmm… Yunita :) , terima kasih atas

     semua dukungan nya , dan saya pasti akan merindukan kalian semua :)

   – dan suhu Didik , suhu Ipik …, terima kasih atas semuanya

   – dan sofian ,Pak Johan, william , citra , felix , purnomo …, senang sekali bekerja sama dengan kalian semua.

   – yopi , temen buat ngopi kalo lagi di kantor ..

   – dan bu hapsah , terima kasih atas dukungannya selama di asaba .   

 

3. Teman teman lantai 2 ,

   – terutana para pendiri Intrust :D ( Panca , Sigit , Ronaldo , Roy , Titi , Tito , Opik , Tonny ) , terima kasih atas

     semuanya , masih teringat jaman jadul dulu waktu awal awal Indoned/Intrust , waktu  begadang sampek pagi ,

     masa masa waktu masuk sift malem yg selalu bilang ” gw tidur duluan yah .., ntar jam 3 bangunin :D ,

     tapi setelah itu biasanya tidur lagi …hihihihihihi….

   – dan teman teman intrust lainnya , dan teman teman lantai 2 yang tidak bisa saya sebut satu persatu .   

 

4.Dan Saya mengucapkan terima kasih kepada semua teman teman / keluarga ASABA yang tidak bisa saya sebut satu persatu.

 

Dan terakhir Saya mohon maaf atas kesalahan yang saya perbuat selama ini, terima kasih





Lagi lagi tentang jodoh …

19 05 2011

dari milis sebelah …..,

dan have fun ya…. :D

Pasti banyak yg bilang , atau banyak orang tua orang tua kita bilang kalo jodoh itu tidak bakalan lari kemana-mana. Lalu  banyak juga yang bilang kalau jodoh itu datangnya tidak jauh dari dimana kita “bermain”.Nah adallagi yang ngomong  kal0 jodoh itu adalah yang mukanya mirip sama kita. Trus  Ada juga  jangan sekolah tinggi-tinggi ntar susah jodohnya. Ada juga yang bilang, jangan ngejar karir aja, ntar jodohnya bakal takut buat mendekat. Apa begitu bukan ? Yang sudah berpengalaman menemukan jodohnya, cobalah dibagi-bagi di sini. Siapa tahu aja banyak yang menjadi tercerahkan dan bersemangat kembali buat menjemput “impian”nya…

Jodoh Gak Bakal Lari Kemana-mana
Bener banget nih kalau dibilang jodoh itu gak lari kemana-mana, secara kalau tuh jodoh sampai lari kemana-mana bakalan tambah susah aja buat nemuin plus nangkapnya. Dapetin kagak, ngos-ngosan mah iye… hehehe Atau tuh jodoh emang gak bakal lari kemana-mana karena sang jodoh emang lagi keseleo, jadilah dia nggak bisa lari-lari

Gak makna ya penjelasannya? tenang sodara-sodara, tadi itu cuma candaan aja kok yang versi seriusnya begini. Pada dasarnya nih, apa yang kita jalanin di dunia ini (apapun itu) sudah tertulis dalam Lauhul Mahfuzh (coba deh cek di Al Quran Surat Al Hadiid ayat 22 dan 23) jauh sebelum kita ada. Dengan demikian, sejatinya apa yang kita alami sekarang sebenarnya merupakan pengejawantahan dari apa yang sudah tertulis tersebut. Baru tahu ini takdir, kalau sudah kejadian. Jadi kalau pengen segera tahu apa yang tertulis di Lauhul Mahfudz, buruan deh buat ngejemputnya, yaitu dengan cara usaha yang maksimal, doa yang optimal, dan berserah diri pada ALLAH secara total. Nah, tinggallah rasakan sensasinya betapa ALLAH begitu cinta dan sayang pada kita, hamba-hambaNYA. Cuma terkadang kita aja yang suka sotoy buat ngerancang, pas gak terwujud langsung deh menyalahkan ALLAH: “Ya ALLAH, apa salah dan dosaku hinggaku begini?” (sok-sokan nanya begini, padahal kalau langsung dikasih tahu jawabannya mah prosentasenya akan lebih besar dari kebaikannya) Dan pertanyaan itu kalau mau dijawab ala anak-anak gaol akan begini kejadiannya: “hellooooooo… ALLAH itu lebih tahu lagi yang terbaik buat hamba-hambaNYA, dan yang terbaik menurut kita itu belum tentu terbaik menurut ALLAH”

Dari itu semua intinya begini, kita gak pernah tahu bahwa itu takdir kalau belum kejadian. Begitu juga dengan jodoh, mau yang dah pacaran sampe 15 tahun, mau pacaran yang baru sedetik, mau yang pacaran sekejap, kalau bukan jodoh ya gak bakalan sampai nikah juga. Jadi gak ada garansi kalau pacaran itu pasti berujung nikah, buktinya ada yang gak pake pacaran tapi malah nikah tuh, langgeng malahan. Dan jodoh itu emang gak lari kemana-mana karena sejatinya sudah tercatat di Lauhul Mahfuzh. Yang mesti berlari itu kitanya, dengan cara berusaha secara maksimal (mesti baik dan benar nih), berdoa secara optimal, dan berserah diri pada ALLAH secara total.

Kalau kita dah lari-lari, tapi jodohnya belum kepegang juga gimana? Kalau yang kayak begini, bahasa matematikanya adalah asimptotik. Dah deket tapi gak nyampe-nyampe. Jodoh itu udah ada di dekat kita, berhubung kita belum tahu secara lugas siapanya, jadilah gak kepegang juga. Tapi tenang aja gak usah khawatir dengan hal ini, semuanya pasti akan kepegang. Kalau gak kepegang di dunia, ya kepegang di akhirat

Main yang Jauuuhhh
Semakin jauh kita mainnya, maka akan semakin luas yang jadi populasi bakal jodoh kita… hehe

Kalau dibahas pake statistika ya bakalan begitu kejadiannya. Tapi jodoh itu gak bisa dikalkulasi secara statistika. Skenario ALLAH itu begitu indah, buktinya kita gak pernah tahu tuh ujung dari cerita kehidupan yang kita jalani ini. Yang kita tahu cuma satu the end atau mati, dan model matinya kayak gimana kita juga gak tahu. Semua tergantung apa yang udah kita kerjain di dunia. Kalau selalu berbuat baik, insyaALLAH berujung baik pula, dan sebaliknya.

Nah sekarang apa kaitannya main yang jauh dengan jodoh kita gak jauh dari tempat kita “bermain”? Meluaskan pertemanan sama aja dengan memperluas jejaring silaturahim. Semakin luas jejaring silaturahim, maka akan semakin memperluas rezeki (nah, jodoh adalah salah satu dari rezeki itu). Semakin rekat jejaring tersebut, maka akan semakin timbul rasa untuk saling berbagi beban. Dampaknya, kita gak akan pernah ingin melihat teman kita galau, tidak terkecuali karena hal yang satu ini. Dengan serta merta, pastilah mereka berusaha untuk berela hati menjadi mak comblang-mak comblang dadakan… hehehe. Jadi bila mau dirunut, jodoh kita emang gak jauh-jauh dari tempat kita “bermain”, paling nggak ada pengaitnyalah antara kita dengan jodoh kita.

Terus, kalau udah main yang jauh teteup gak dapat-dapat jodoh gimana? itu mah delon (derita lo sendiri) kaleee… hehe. Nggak ding, balik lagi ke bahasan awal, bahwa skenario ALLAH pasti yang terbaik dan gak ada cerita kalau ALLAH itu ingin menyusahkan hambaNYA. Dan bila kita merasa ALLAH telah menyusahkan kita, pastilah itu muncul karena ulah kesombongan, kebodohan, dan kesotoyan kita dalam membaca skenario yang terjalani. Padahal bila kita mau membacanya lebih seksama dan lebih dekat, pastilah kan tersimpul kata: “tidak ada skenario yang lebih indah dan hebat selain skenario besutan ALLAH”. Subhanallahu…

Mirip Apaannya ya??
“Kayaknya lu jodoh deh, abis mirip sih?” — “mirip apanya dah? mukanya aja beda jauh, warna kulitnya beda, sifatnya beda” — “hobinya yang mirip, sama-sama demen ditraktir… hehe”

Boleh percaya, boleh nggak. Kalau orang yang berjodoh itu pasti ada kemiripannya (walaupun cuma sama-sama suka ditraktir itu tadi :D ), entah itu sikap, sifat, hobi, dll. Tapi sebenarnya hal tersebut didasari ini, setiap orang akan betah untuk masuk ke suatu komunitas karena dia sadar siapa dirinya dan siapa orang di luar dirinya. Semakin dia sadar siapa dirinya, dia akan semakin sadar untuk mencari orang atau komunitas yang “klik” dengan dirinya. Nah, orang yang tidak terlalu paham siapa dirinya akan merasakan yang namanya gagap komunitas. Jadi tidaklah heran jika orang yang baik-baik pasti akan mencari pasangan yang baik-baik juga, dan sebaliknya.

Tapi ada kok ditemukan pasangan yang gak ada mirip-miripnya? — Hmmm… masasih begitu? coba cek ulang, pasti adalah satu kemiripan atau kesamaannya. Kalau sekarang belum ketemu juga, sabar saja menanti dan biarlah waktu yang kan memunculkan kemiripannya kelak :)  Toh, interaksi yang intens dapat melebur hal-hal yang berbeda. Memahami perbedaan untuk menebalkan persamaan dalam rangka memuluskan jalan ke surga.
Wuidiiihhhh… mangtabs nian gak tuh bila kemiripan ini dibangun dengan berlandaskan karena cinta pada ALLAH. Subhanallah, surga sebelum surga bukanlah hal yang mustahil terwujud sepertinya.

Sekolah Tinggi-Tinggi, Jodohnya Susah
Setuju gak sama kata-kata itu? Kalau saya mah setuju, mau tahu alasannya? Kalau sekolah tinggi-tinggi jodohnya susah, yaiyalah, secara tuh jodoh kan harus punya keberanian dan tenaga ekstra buat manjat-manjat. Gimana gak jadi nyusahin tuh jodoh coba

Dan akhirnya, banyak yang berpikiran untuk urung sekolah tinggi-tinggi biar gak nyusahin jodohnya. Terus kalau sekolahnya gak tinggi-tinggi, emang jodohnya jadi gampang gitu? Siapa yang berani ngasih garansi untuk ini hayoooo…

Pikiran-pikiran kayak gini nih yang biasanya mampir di kepala perempuan. Takut sekolah karena takut susah jodoh dan parahnya hal ini semakin dipertegas dengan akronim ngasal berikut, PKI (Perawan Korban Ilmu). Wuidih… serem banget gak sih? kalau serem, tutup mata aja… hehehe. Tidak hanya untuk bersekolah tinggi, bahkan ada juga yang sampe gak mau buat berangkat haji karena takut susah jodohnya. Khawatir para lelaki takut untuk meminang karena kehajjahannya itu.

Kenapa bisa begitu ya? Tanpa disadari sepertinya kita sudah membuat orang lain untuk bersikap seperti itu deh. Kok bisa? Iya. Sekarang begini, disadari atau nggak, kita suka secara serampangan menuduh bahwa orang yang membangun karir dan sekolah tinggi itu pasti hanya memikirkan dunia aja dan gak pernah kepikiran buat menikah, apalagi akhirat. Padahal kita belum pernah ngobrol secara mendalam tuh dengan dia. Kita mengambil kesimpulan tentang mereka, lebih karena berlandaskan pada diri kita sendiri yang sudah disegerakan menikah oleh ALLAH. Dan kita gak pernah coba berusaha lebih tahu, seberapa besar usaha dia, sekuat apa doa mereka, dan keberserahan diri mereka (bisa saja) jauh lebih besar daripada keberserahan diri kita pada ALLAH. Bila kita sudah tahu itu semua, tidak mustahil kita malah menyalutkan sikapnya. Menyalutkan untuk apa? Menyalutkan bahwa ia masih mau bergerak dengan memanfaatkan segala fasilitas yang ALLAH berikan untuknya. Sekarang coba bayangkan apa jadinya jika dia hanya sekedar menunggu tanpa melakukan apa-apa, sekolah gak dapat, jodohpun belum tentu teraih. Karena lagi-lagi kita baru tahu ini merupakan takdir, jika segala sesuatunya itu sudah kejadian. Memanfaatkan sisa usia untuk yang lebih makna…

Sekarang pointnya yang perlu dicermati adalah lebih kepada alasan mengapa dia bersekolah tinggi-tinggi dan masih adakah keinginannya untuk menikah. Jika kedua pertanyaan ini masih terjawab secara baik dan benar, mestinya respons yang akan keluar dari bibir kita adalah seperti ini: “jika tidak mau menerima kelebihan, bagaimana mungkin mau menerima kekurangan?” Dengan catatan, jika sekolah tinggi-tinggi dan sejenisnya dianggap sebagai sebuah kelebihan lho ya. Kalau nggak, ya maap dah… hehe

Jangan Ngejar Karir, tapi Kejar Aja Kadir
Untuk yang point ini, gak beda jauhlah sama yang sekolah tinggi-tinggi itu. Ini juga lahir dari asumsi orang, bahwa kalau udah keenakan cari duit bakalan lupa (bahkan ogah) buat nikah. Nah lho, beneran gini gak sih?

Ayo sama-sama kita cermati bersama, karena terkadang yang terlihat nggak bisa menggambarkan hal yang sesungguhnya. Ada orang yang pergi pagi pulang malam untuk bekerja, ada yang pergi malam pulang pagi hanya untuk banting tulang (tukang daging nih :D), ada yang pergi tapi nggak pulang-pulang walau dah 3 kali lebaran (kalau ini bang toyib… hehe). Dan semua mereka lakukan tidak semata-mata hanya membangun karir. Kalaupun terlihat karirnya meroket, itu sesungguhnya adalah efek dari sebuah proses. Tahukah sesungguhnya mereka melakukan itu sebagai salah satu bentuk tanggung jawab mereka kepada keluarga. Lalu di antara itu semua, dengan sotoynya kita langsung bilang “kawin woy kawin… kerja mulu… kiamat dah dekat tuh”. Kira-kira apa yang mereka rasakan saat kita berceloteh kayak gitu? (merekapun menjawab, biasa-biasa aja tuh, tetep asyik
:D )

Kalimat yang di dalam kurung akan menjadi sebuah respons, kala sudah terjadi imunitas dalam diri mereka. Ini kejadian karena mereka sering ditanya dan dicandai dengan hal-hal serupa, lama-lama jadi kebal. Tapi, tahukah kita bila pada titik tertentu pertahanan mereka pecah juga? Tahukah kita, bila di sujud panjangnya mereka malah mendoakan kita? dan mungkin saja salah satu doa merekalah yang membuat kita lebih dahulu bertemu jodoh daripada mereka. Tahukah kita, bila hati mereka teriris karena beban yang sudah ada, malah diperberat dengan celotehan tidak makna kita? Jawabannya pasti tidaklah tahu, karena mereka menuangkan itu semua hanya pada Kekasih Sejatinya. Kekasih yang lebih ingin dia temuinya dibandingkan dengan kekasihnya di dunia. Kekasih yang sudah memberikan cinta dan sayangNYA, hingga membuatnya mampu menapak sampai detik ini.

Lalu sekarang bagaimana kita? Layakkah kita menilai mereka lebih dalam, padahal yang kita tahu hanya permukaannya saja. Alangkah lebih indah dan bijaksananya, bila kita ikut membantu memaksimalkan usahanya, mengoptimalkan doanya, dan mentotalkan keberserahan diriNYA pada ALLAH. Dan pastinya salah satu tugas kita adalah mengingatkan mereka agar tidak pernah berputus asa dari rahmat ALLAH dan tidak pernah tergesa-gesa dalam berdoa. Ya, karena sesungguhnya hanya ALLAH yang Maha Tahu segala kesudahan dan hanya ALLAH yang Paling Tahu apa yang terbaik untuk hamba-hambaNYA. Sesungguhnya hanya karena cinta dan kasih sayang ALLAH sajalah kita bisa berada sampai di titik ini.








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.